PACARAN DOSA???

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

Bissmillahirrahmanirrahim…
Kalo ngomongin Pacaran, dosa yang kasat mata ,namun keberadaannya sungguh mengancam keselamatan kita di akhirat sana, rasanya ngeri sekali… Na’udzubillah.
Manusia mana sih yang kagak punya dosa. Tiap hari kita bikin dosa, gak cuma sama manusia tapi yg paling sering adalah kepada Rabb yang menciptakan kita.
PACARAN ITU DOSA, Tp knp masih banyak yang menikmatinya??
ya begitulah.. mungkin karena memang keberadaannya yang kasat mata, manusia jadi mudah meremehkannya. Yang penting hasrat dan egonya terpenuhi, soal dosa mah urusan nanti katanya.. Na’udzubillah. Semoga kita tidak termasuk yang demikian, Amin…
Pada dasarnya, kita akan mudah menghindari PACARAN kalau hati kita peka dengan setiap rasa berdosa dari setiap aktivitasnya. Kalau resiko DOSA berani kita ambil, maka itulah pilihan hidup.
Dan jika kita berani menanggung segala resikonya, lakukan apapun sekehendak hatimu,,
Our Life Our Choice .. Hidup kita Pilihan kita.
Hidup kita hanya kita sendiri yang mampu merubahnya, Allah saja tidak akan merubah nasib kita jika kita sendiri enggan merubahnya bukan??
jika anda sendiri enggan untuk berubah, kami hanya mengingatkan. . . Bukan memaksakan. . .(^_^) kami pun menghargai keputusan anda,apakah anda akan percaya atau tidak.
Jika saya mulai down.. Mulai tergoda untuk menjalin cinta. Mulai menganggap dosa itu hal biasa, kasat mata, atau sudah mulai tidak merasa berdosa jika ingin menjalin asmara. Maka saya akan memakai obat kedua apa itu??
MASA LALU.
1. Saya akan mengingat sakitnya sebuah pengkhianatan.
2. Saya akan mengingat sakitnya mendapati harapan yang hancur berserakan karena perpisahan.
3. Saya akan mengingat semua kerugian yang saya rasakan ketika dulu memilih berpacaran.
Masih ingat kan dengan air mata itu, kecewa itu, dan luka itu???
Jika tak ingin mengulanginya maka berhentilah, dan lawan bisikan syaitan itu dengan tidak mudah menuruti segala kehendak hati yang mengajakmu mengundang murka Ilahi.
“Seorang mukmin tidak akan membiarkan dirinya tejatuh dua kali di lobang yang sama” (mutafaq’alaih)
Jika kita tidak mampu mersakan keberadaan dosa, maka jadikanlah kegagalan masa lalu sebagai penasihatmu. Sungguh.. Jika kau masih berpendapat berpacaran itu bermanfaat, maka akan aku beritahukan satu hal kawan.. Perkara fikih mengatakan.. “UTAMAKAN MENGHINDARI KEMUDHARATAN SEBELUM MENGAMBIL MANFAAT”   Jika pun Pacaran itu ada manfaatnya, menghindari kerugiannya itu lebih di utamakan.

Sekian dari saya, semoga ini dapat menjadi koreksi untuk diri saya sendiri dan juga kita semua . . . . Amiin…

Wassalammu’alaikum Wr. Wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s